|
|
BADAN
LITBANG DEPKES GELAR RISET KESEHATAN DASAR
Hingga saat ini belum
tersedia data berbasis komunitas yang memadai untuk perencanaan
pembangunan kesehatan sampai tingkat kabupaten. Selain itu,
berbagai survei/riset/studi di bidang kesehatan selama ini masih
dilakukan secara terpisah dan sporadis. Demi memenuhi kebutuhan
data dasar kesehatan tersebut dan mengintegrasikan berbagai
hasil riset serta mendorong kegiatan riset agar lebih terarah,
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Depkes
untuk pertama kalinya melakukan suatu pendekatan penelitian baru
yaitu Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas).
Demikian disampaikan Kepala Badan Litbangkes dr. Triono Soendoro,
Ph.D kepada pers dalam acara sosialisasi Riskesdas 2007 di
kantor Depkes Pusat, Jakarta, 20 Desember 2006. Riskesdas adalah
kegiatan riset yang diarahkan untuk mengetahui gambaran
kesehatan dasar penduduk termasuk biomedis yang dilaksanakan
dengan cara survei rumah tangga di seluruh wilayah kabupaten
secara serentak dan periodik.
Data kesehatan dasar dari Riskesdas diperlukan untuk mendukung
salah satu strategi utama (grand strategy) Depkes yaitu
meningkatkan sistem surveilans, monitoring dan informasi
kesehatan dengan salah satu produknya adalah berfugsinya sistem
informasi kesehatan yang berdasarkan data (evidence based) bukan
saja berskala nasional, tetapi juga harus menggambarkan
indikator kesehatan minimal sampai tingkat kabupaten.
Rencananya pengambilan data akan dilakukan mulai bulan Juni 2007
di seluruh kabupaten/kota di Indonesia (461 kabupaten/kota).
Sementara tahun 2006 ini telah dilakukan penyusunan kuesioner
dan modul serta pelatihan dan uji coba di Kabupaten Sukabumi dan
Bogor pada bulan November 2006, baik untuk Tim Kesehatan
Masyarakat maupun Tim Biomedis.
Adapun data kesehatan dasar yang diperlukan meliputi semua
indikator kesehatan yang utama tentang kasus kesehatan (angka
kematian, angka kesakitan, dan angka kecacatan), kesehatan
lingkungan (lingkungan fisik, biologi, dan sosial), perilaku
kesehatan (perilaku hidup bersih dan gaya hidup), dan berbagai
aspek mengenai pelayanan kesehatan (akses, mutu layanan,
pembiayaan kesehatan).
|
|